Meraih Keberkahan di Penghujung Ramadan: Pesan Kultum Subuh Masjid Nurul Jannah
Bulan suci Ramadan kini telah memasuki fase yang paling krusial. Dalam sebuah ceramah singkat (kultum) Subuh yang disampaikan di Masjid Nurul Jannah Azalea Depok, terdapat beberapa poin penting yang menjadi pengingat bagi seluruh umat Muslim untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada.
Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir
Penceramah menekankan bahwa saat ini kita telah berada di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Ini adalah momen yang sangat dinantikan karena merupakan fase penutup yang penuh dengan ampunan dan keberkahan. Jamaah didorong untuk meningkatkan intensitas ibadah serta dedikasi spiritual mereka agar tidak melewatkan pahala yang berlipat ganda di penghujung bulan ini.
Berburu Malam Lailatul Qadar
Fokus utama dari pesan tersebut adalah ajakan untuk bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar atau Malam Ketetapan. Mengingat malam yang lebih baik dari seribu bulan ini dirahasiakan waktunya di antara malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir, maka konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama bagi setiap Muslim yang berharap mendapatkannya.
Refleksi Kondisi Umat di Kancah Global
Selain pesan ibadah personal, kultum tersebut juga memberikan wawasan mengenai kondisi dunia internasional. Pembicara sempat menyinggung eskalasi konflik global, termasuk ketegangan antara Iran dan Israel. Hal ini disampaikan sebagai pengingat bahwa dinamika geopolitik tersebut memberikan dampak nyata bagi stabilitas dan kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia.
Menjaga Keteguhan Iman
Sebagai penutup, jamaah diingatkan melalui sebuah Hadis untuk senantiasa teguh di atas kebenaran. Di tengah berbagai ujian, baik itu godaan duniawi maupun tantangan konflik global, umat Muslim diharapkan tetap istiqomah dalam menjalankan syariat dan mempertahankan iman mereka tanpa merasa gentar terhadap pihak-pihak yang menentang.
Artikel ini disusun berdasarkan ringkasan video Kultum Subuh dari Masjid Nurul Jannah Azalea Depok pada tanggal 12 Maret 2026.
Disampaikan oleh: Ustaz Dr. Imron Baehaqi, Lc., M.A.
