• Informasi yang ada di website ini juga ditampilkan di monitor televisi yang terpasang di dalam masjid
Jumat, 24 Mei 2024

Khutbah di Atas (Tanah) Lapang

Khutbah di Atas (Tanah) Lapang
Bagikan

Syahdan, Cluster Roma (sekarang Cluster Azalea) berdiri dan kemudian semakin banyak penghuninya. Lalu warga baru pun berniat membentuk tata administrasi untuk melangsungkan hidup bermasyarakat. Kepengurusan RW dan RT pun segera dibentuk. Untuk memenuhi kebutuhan warga muslim yang jumlahnya banyak maka warga pun mengusahakan berdirinya sebuah masjid, sekedar untuk melaksanakan ibadahnya.

Pengembang Perumahan Grand Depok City tidak menyediakan fasilitas sosial, begitu pun masjid. Maka warga pun melobi pengembang untuk memakai tanah kosong untuk dipakai sebagai tempat fasilitas umum dan fasilitas sosial. Akhirnya warga pun mendapat fasilitas berupa 1 buah lapangan bulutangkis, 2 areal taman bermain anak, 1 buah areal masjid. pemanfaatan tanah kosong ini pun telah dikukuhkan dengan perjanjian tertulis antara pengembang dengan warga.

Lantas warga pun mencari dana untuk pembangunan masjid. Beruntunglah Lembaga Bulan Sabit Merah bersedia mendanai pendirian masjid tersebut sampai selesai. Bahkan secara periodik masih bermurah hati memberikan sumbangan untuk fasilitas pendukung. Jadilah Cluster Azalea salah satu cluster yang memiliki fasilitas sosial berupa masjid. Yakni Masjid Nurul Jannah… Cluster lain yang sementara ini yang sudah ada masjidnya: Cluster Melati, Cluster Puri Insani I (Masjid Baabul Jannah), Cluster Puri Insani 2, Cluster Gardenia (Masjid At Taubah), Cluster Anggrek I (Masjid Madinatun Najah). Selain itu di kompleks gedung DPRD Depok juga ada masjid.

Cluster Azalea, tempat Masjid Nurul Jannah berada memiliki kontur tanah yang rata. Seandainya diatasnya tidak berdiri rumah, maka Cluster Azalea adalah tanah lapang yang luas. Hal ini bisa dilihat di peta bumi di internet seperti google earth dan wikimapia. Jadi jika kita berandai-andai di Cluster Azalea hanya ada masjid tanpa ada rumah, seperti ibarat kuthbah di tanah lapang. Barangkali julukan ini tepat untuk fenomena kutbah Sholat Jum’at di Masjid Nurul Jannah. Meskipun ada rumah-rumah berdiri di kompleks Cluster Azalea, ibaratnya sang khatib sedang berkutbah di tanah lapang.

Meski masjid Nurul Jannah sudah lama berdiri, namun diselenggarakan Sholat Jum’at, pertama kali pada 27 November 2009, bertepatan dengan hari Idhul Adha 1413H.Khutbah dan dakwah warga muslim di Cluster Azalea bukan hanya pada Sholat Jum’at, tapi juga pada momentum lain. Sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha, peringatan hari besar Islam dan lain sebagainya. Bahkan sebelum masjid ada, warga muslim Cluster Azalea juga sudah terbiasa menyelenggarakan jama’ah sholat tarawih di bulan puasa 1427 H. Ya mereka (ber)khutbah di tanah lapang. Tanah kosong yang belum didirikan rumah.

Masjid Nurul Jannah dimulai peletakan batu pertama pada tanggal 22 Juni 2007. Kala itu dilakukan oleh donatur utama yakni Yayasan Bulan Sabit Merah didampingi oleh Camat Sukmajaya dan Lurah Jatimulya. Tanggal 1 September 2007 dibentuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Jannah dan tanggal 7 Desember 2007 dilakukan serah-terima masjid dari Yayasan Bulan Sabit Merah kepada DKM.

Sejarah “kuthbah di tanah lapang (Azalea)” adalah sejarah pluralitas. Apapun alasannya Cluster Azalea dihuni oleh warga dengan tingkat keragaman yang tinggi. Berbeda dengan Cluster tetangga Puri Insani I maupun Puri Insani II yang didesain untuk warga muslim, di Cluster Azalea warga muslim berdampingan rumah dengan warga yang beragam agama dan kepercayaan. Di sinilah pengembangan konsep toleransi dalam berdakwah menjadi keniscayaan.

Dan persepsi seperti itu telah berkembang sedemikian rupa. Seperti ungkapan Ustad Yoda Pralandono(2010):
…Mereka berkumpul dari waktu ke waktu di Masjid tersebut. Selain memenuhi panggilan meramaikan masjid juga untuk bersosialisasi dengan warga lain, suatu kebutuhan yang paling mendasar bagi makhluk sosial. Masjid berkembang menjadi community center dan melayani kebutuhan warga dalam berbagai hal. Masjid membentuk majelis taklim yang secara rutin membahas ayat Al Quran dan ilmu fiqih sebagai penjabaran yang sempurna dari ajaran Islam. Mereka secara terarah membentuk pergaulan Muslim madani yang istiqomah dan bermartabat…

Hingga saat ini kepengurusan DKM Nurul Jannah adalah periode kedua sejak berdiri akhir tahun 2007.

Inilah kisah sebuah masjid itu. Ada seribu masjid, Nurul Jannah salah satunya…

SebelumnyaPemberdayaan Masjid Sebagai Pusat Pensejahteraan MasyarakatSesudahnyaDMI dan DKM Se-GDC Selenggarakan Pelatihan Manajemen Masjid
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luas Tanah412 m2
Luas Bangunan380 m2
Status LokasiFasilitas umum yang dikuasai Pemkot Depok (girik)
Tahun Berdiri2007