Menebar Salam: Bukan Sekadar Sapaan, Melainkan Kunci Surga – Masjid Nurul Jannah Cluster Azalea
  • Mari gunakan aplikasi MASLAM untuk mobile android. Unduh di playstore ** Masjid Nurul Jannah Azalea - masjid pinggir alun-alun Depok
Kamis, 30 April 2026

Menebar Salam: Bukan Sekadar Sapaan, Melainkan Kunci Surga

Menebar Salam: Bukan Sekadar Sapaan, Melainkan Kunci Surga
Bagikan

Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, seringkali kita menganggap ucapan salam hanya sebagai formalitas belaka. Namun, dalam Kultum Subuh di Masjid Nurul Jannah Azalea Depok pada 8 Maret 2026, ditegaskan kembali bahwa Salam memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Ia bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah ibadah mulia yang membawa misi keselamatan.

1. Salam sebagai Bentuk Ibadah dan Doa

Mengucapkan “Assalamualaikum” bukan hanya basa-basi sosial. Dalam Islam, salam adalah bentuk doa tulus untuk keselamatan dan perlindungan saudara sesama Muslim. Ini adalah ibadah yang menempatkan penghormatan kepada sesama sebagai prioritas utama dalam interaksi sosial.

2. Etika Membalas Salam: Mengharap Ridha Allah

Merujuk pada Al-Qur’an Surah An-Nisa, kita diajarkan untuk tidak bersikap acuh tak acuh. Allah SWT memerintahkan bahwa apabila kita menerima penghormatan berupa salam, kita wajib membalasnya dengan ucapan yang lebih baik atau setidaknya setara. Hal ini menunjukkan bahwa setiap interaksi antarmanusia berada dalam pengawasan dan perhitungan Allah.

3. Salah Satu Amalan Terbaik dalam Islam

Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai amalan apa yang terbaik dalam Islam. Jawaban beliau sangat sederhana namun mendalam: memberi makan dan menyebarkan salam. Luar biasanya, perintah ini berlaku universal—baik kepada orang yang kita kenal maupun yang asing bagi kita. Ini adalah pengingat agar kita membuang ego dan rasa pilih kasih dalam menyapa orang lain.

4. Menghapus Sekat Sosial dengan Ukhuwah

Seringkali kita hanya mau menyapa orang yang memiliki kepentingan dengan kita. Namun, esensi salam adalah pengakuan akan persaudaraan (ukhuwah). Dengan mengucapkan salam kepada siapa saja, kita mengakui bahwa setiap orang di hadapan kita adalah saudara yang layak mendapatkan doa keselamatan dan rasa aman.

5. Pengikat Kasih Sayang dan Pembuka Pintu Surga

Sebagai penutup, jamaah diajak untuk menghidupkan kembali sunah ini di mana pun berada—baik di rumah, kantor, maupun di jalanan. Meski terlihat sederhana, ucapan salam adalah pengikat tali kasih sayang di antara umat manusia dan menjadi salah satu pintu pembuka menuju surga-Nya.

Kesimpulan Mari kita jadikan salam sebagai identitas diri. Dengan menebar salam, kita tidak hanya menjalankan sunah Nabi, tetapi juga sedang membangun lingkungan yang penuh kedamaian dan cinta kasih karena Allah SWT.

Oleh: Ananda Rafif, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Gunadarma, Depok, warga RT 02

disampaikan pada Kultum Subuh, 8 Maret 2026

SebelumnyaMenggapai Ketenangan dan Pahala Tanpa Batas Melalui Kekuatan SabarSelanjutnyaMenjaga Ketauhidan dalam Lisan: Meluruskan Kesalahan Umum saat Mengutip Al-Qur'an
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Nurul Jannah
Jalan Boulevard GDC Cluster Azalea Jatimulya Cilodong Depok Jawa Barat 16413. SIMAS: 01.4.13.23.08.000034 http://s.id/masjidnuruljannah
Luas Area412 m2 m2
Luas Bangunan380 m2 m2
Status LokasiFasilitas umum yang dikuasai Pemkot Depok (girik)
Tahun Berdiri2007