Wujudkan Transparansi Total, DKM Nurul Jannah Integrasikan Laporan Keuangan Secara Real-Time Lewat Aplikasi Maslam
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Jannah kembali melakukan lompatan besar dalam digitalisasi sistem informasi masjid. Langkah ini ditandai dengan penerapan sistem pengelolaan keuangan yang kini sepenuhnya terintegrasi, digital, dan ter-update secara real-time setelah resmi mengadopsi ekosistem aplikasi Maslam.
Melalui inovasi ini, seluruh pencatatan dan pelaporan keuangan Masjid Nurul Jannah kini dilakukan secara tersentral. Setiap transaksi—baik berupa penerimaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) maupun pos pengeluaran masjid—langsung dikelola dan diinput oleh Bendahara DKM Nurul Jannah, Surahman.
Menariknya, proses penginputan data tersebut kini jauh lebih praktis karena dapat dilakukan langsung melalui smartphone bendahara via aplikasi Maslam DKM. Begitu data diinput, sistem Maslam secara otomatis memproses dan memperbarui laporan keuangan seketika itu juga (real-time).
Transparansi Instan Lewat Tiga Lini Ekosistem
Hebatnya ekosistem digital ini, data keuangan yang baru saja diperbarui oleh bendahara langsung tersaji dan dapat diakses oleh publik melalui beberapa platform sekaligus:
- Maslam TV: Layar monitor informasi di dalam area Masjid Nurul Jannah akan langsung menampilkan grafik dan angka keuangan terbaru yang valid.
- Aplikasi Maslam Jamaah: Jamaah yang berada di rumah atau di mana pun dapat memantau saldo dan laporan keuangan masjid langsung dari ponsel mereka.
- Akses Publik Terbuka: Karena pengelolaan data keuangan Masjid Nurul Jannah diatur secara terbuka (publik), siapapun pengguna aplikasi Maslam Jamaah di luar sana dapat ikut melihat laporan keuangan ini secara transparan.
Memudahkan Pengurus, Menenangkan Jamaah
Sistem baru ini membawa dampak positif yang masif bagi manajemen internal DKM. Bapak Surahman selaku bendahara mengakui bahwa keberadaan aplikasi ini membuat tugas-tugas administratif menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan nyaman. Pengurus tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi manual yang memakan waktu di akhir bulan atau menjelang laporan Jumat.
Di sisi lain, bagi jamaah dan para donatur (muzzaki), sistem real-time ini memberikan kepastian dan rasa tenang. Setiap rupiah yang diinfakkan dapat langsung dilacak peruntukannya, sehingga kepercayaan (trust) jamaah terhadap kredibilitas pengurus DKM semakin meningkat.
Keberhasilan integrasi finansial ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Masjid Nurul Jannah, yang dalam beberapa tahun belakangan memang gencar melakukan digitalisasi di berbagai lini sistem informasinya. Langkah maju ini membuktikan bahwa manajemen masjid modern mampu tampil profesional, akuntabel, dan berbasis teknologi mutakhir demi kemaslahatan umat. (Red)
