18 Tahun Jejak Langkah Ramadhan Kids Masjid Nurul Jannah Azalea: Menanam Cinta di Rumah Allah
Waktu berlalu begitu cepat. Jika kita menilik kembali ke belakang, tepatnya pada Ramadhan 1428 H (2007) dan 1429 H (2008), sebuah benih kebaikan mulai ditanam di Masjid Nurul Jannah, Sektor Azalea, Grand Depok City. Kini, setelah 18 tahun berjalan, program “Ramadhan Kids” bukan sekadar acara musiman, melainkan sebuah tradisi yang membentuk karakter generasi muda Azalea.
Awal Mula: Melawan Stigma “Masjid Bukan Tempat Bermain”
Kisah ini dimulai pada hari Ahad, 21 September 2008 (Gema Ramadhan Kids 1429 H). Kala itu, Masjid Nurul Jannah yang masih dalam tahap awal perkembangannya—setelah sebelumnya hanya berupa musala darurat yang dibangun warga pada 1427 H—menggelar sebuah terobosan.
Dengan tema yang sangat mendalam, “Mencintai Masjid”, DKM Nurul Jannah ingin mendobrak stigma lama. Jika dulu anak-anak sering dilarang ke masjid karena dianggap berisik, Ramadhan Kids justru hadir untuk merangkul mereka. Melalui lantunan surat pendek dari pengeras suara masjid oleh anak-anak kecil dan kuis sejarah Rasulullah, masjid diubah menjadi ruang yang ramah, hangat, dan penuh ilmu bagi anak usia dini hingga sekolah dasar.
Konsistensi dalam Perubahan
Sepanjang perjalanannya, kegiatan ini terus bertransformasi namun tetap memegang ruh yang sama.
- Ramadhan Kids Ceria (2011): Kegiatan ini semakin meriah dengan partisipasi lebih dari 70 anak, menunjukkan antusiasme warga yang terus tumbuh seiring bertambahnya penghuni di Sektor Azalea.
- Transformasi menjadi Pesantren Kilat (2016/1437 H): Pada tahun-tahun tertentu, format acara sempat disesuaikan menjadi Pesantren Kilat (Sanlat) untuk memberikan materi yang lebih mendalam, namun memori “Ramadhan Kids” tetap melekat kuat di hati warga.
Filosofi di Balik Nama
Ramadhan Kids di Azalea selalu menekankan bahwa mendidik anak mencintai masjid tidak bisa dilakukan dengan paksaan atau omelan. Sebaliknya, melalui lomba mewarnai, dongeng islami, kuis berhadiah, dan buka puasa bersama, anak-anak diajak merasakan bahwa masjid adalah “rumah kedua” mereka.
Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah awal pendirian masjid ini di laman masjidnuruljannah.web.id, semangat gotong royong warga Azalea dalam membangun fisik masjid berbanding lurus dengan semangat mereka membangun “jiwa” masjid melalui pembinaan anak-anak.
Menatap Masa Depan: 18 Tahun dan Seterusnya
Kini, anak-anak yang dahulu menjadi peserta Ramadhan Kids angkatan pertama mungkin sudah menjadi mahasiswa atau bahkan orang dewasa yang sudah bekerja. Namun, nilai-nilai yang ditanamkan 18 tahun lalu—bahwa masjid adalah tempat belajar yang menyenangkan—terus diwariskan kepada adik-adik mereka.
Memasuki usia ke-18 tahun penyelenggaraan kegiatan Ramadhan bagi anak-anak di Azalea, tantangannya tentu berbeda. Di tengah gempuran gawai dan teknologi, eksistensi Ramadhan Kids menjadi benteng pertahanan spiritual. Masjid Nurul Jannah tetap teguh pada komitmennya: memastikan suara tawa dan lantunan ayat suci dari anak-anak tetap bergema, karena merekalah pewaris masjid ini di masa depan.

Sumber Referensi:
- Sektor Azalea WordPress (Gema Ramadhan Kids 1429H)
- Arsip Kegiatan Masjid Nurul Jannah (2007-2024)
- Website Resmi Masjid Nurul Jannah Azalea

