• Informasi yang ada di website ini juga ditampilkan di monitor televisi yang terpasang di dalam masjid
Jumat, 24 Mei 2024

Hajj Kyoichiro Sugimoto: “Kalau Kita Mengutamakan Akherat, Dunia telah menjamin kehidupan Kita…”

Hajj Kyoichiro Sugimoto: “Kalau Kita Mengutamakan Akherat, Dunia telah menjamin kehidupan Kita…”
Bagikan

Bisa dikatakan tidak terlalu banyak kegiatan dakwah di Negeri Jepang. Apalagi apabila kita kemudian mencari pendakwah yang merupakan warga asli keturunan Jepang. Dari yang sedikit itu, tersebutlah tokoh yang bernama Hajj Kyoichiro Sugimoto.

Publik di Jepang mungkin juga tidak terlalu mengenalnya. Karena secara budaya dan kepercayaan umum masyarakat Jepang dia bukanlah siapa-siapa. Di Indonesa juga sebenarnya juga tak terlalu dikenal. Tetapi berbeda dengan situasi di Jepang, seorang pendakwah di Indonesia kalau tidak memiliki kelebihan mungkin juga tidak dikenal. sudah banyak pendakwah yang biasa-biasa di Indonesia.

Dengan situasi itulah, Kyoichiro mencoba mengetuk pintu publik muslim di Indonesia. Ia ingin mengatakan kepada publik muslim di Indonesia, bahwa seorang pendakwah yang berbangsa asli Jepang dan selama ini telah mewakafkan hidupnya untuk dakwah Islam di Jepang adalah sesuatu yang luar biasa.

Setidaknya itu pesan yang ingin disampaikan melalui serangkaian safari dakwah Kyoichiro di Indonesia. Safari dakwah ini berlabel Cahaya Qur’an dari Timur. Dakwah di tengah minoritas. Dalam rentang waktu 14 – 27 September 2023, Kyoichiro dengan dikoordinir Yayasan Cinta Qur’an, melakukan dakwah mulai dari Jakarta, Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Makassar, kemudian sempat singgah juga di kota yang dekat dengan IKN,..Balikpapan, dan Bali.

Salah satu tempat yang disinggahi adalah Masjid Nurul Jannah Azalea. Sabtu pagi, 16 September 2023 lalu, Kyoichiro telah berceremah sejak habis Subuh. Didampingi oleh Dr. Haikal Hassan Kyoichiro membukakan mata jamaah Masjid Nurul Jannah, bahwa dakwah di negeri yang minoritas muslim seperti di Jepang adalah sebuah tantangan yang memiliki segudang masalah yang menghambat.

Kyoichiro memulai ceramahnya dengan bercerita tentang pencarian dan bagaimana akhirnya ia menemukan Islam. Hal ini cukup menarik, karena keyakinan lama Kyoichiro adalah Sinto.Berawal dari membaca Qur’an di perpustakaan di sebuah universitas tempat ia kuliah. Hanya dengan membaca terus Al Qur’an itu, kemudian ia tertarik dengan 2 konsep, yaitu akherat dan tauhid. Dua konsep ini menarik bagi Kyoichiro. Karena konsep ini tidak pernah dikenal dalam keyakinan umum religiositas masyarakat Jepang.

YouTube player

Rasa penasaran memancingnya untuk terus mendalami Islam. Perjalanannya cukup panjang, dan sempat bertemu dengan tokoh-tokoh Islam, seperti Zakir Naik. Perjalanan panjang pencarian itu membawanya untuk memutuskan diri jadi pendakwah Islam di negeri sakura tersebut.

Terkait dengan besarnya tantangan jalan dakwah Kyoichiro, sempat memancing Jos Istiyanto, salah satu jamaah bertanya, bagaimana strateginya ketika total berdakwah, tetapi dunianya masih bisa terpenuhi.

Pertanyaan ini dengan lugas dijawab oleh Kyoichiro. Namun, sempat membuat penerjemahnya mengaku gemetaran untuk menterjemahkannya. Kyoichiro mengatakan,” Kalau Kita Mengutamakan Akherat, Dunia telah menjamin kehidupan Kita…”

YouTube player

Jawaban Kyoichiro ini sempat menjadi perbincangan di grup whatsapp pengurus DKM. Dua hal ini, satunya terkait proses pencarian Islam oleh seorang Kyoichiro, diunggah khusus di MNJ TV.

Tetapi sebenarnya safari dakwah Kyoichiro di Indonesia ini, bukan untuk menggalang dana untuk dakwahnya sendiri. Melainkan ada persoalan yang lebih penting, yaitu menggalang dana untuk membebaskan lahan untuk pembangunan masjid As Sholihin di Yokohama. Semoga dimudahkan…

SebelumnyaMemberdayakan Ekonomi Warga di Sekitar MasjidSesudahnyaKetentuan dan Manfaat Zakat
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luas Tanah412 m2
Luas Bangunan380 m2
Status LokasiFasilitas umum yang dikuasai Pemkot Depok (girik)
Tahun Berdiri2007