• Informasi yang ada di website ini juga ditampilkan di monitor televisi yang terpasang di dalam masjid
Minggu, 19 Mei 2024

Mengintip Desain Masjid Nurul Jannah Cluster Azalea

Mengintip Desain Masjid Nurul Jannah Cluster Azalea
Bagikan

Kalau Adhi Moersid, arsitek Masjid Said Naum di Tanah Abang Jakarta Pusat, menggagas masjid itu dengan beratap meru tanpa minaret atau menara ala masjid Timur Tengah, konon mempunyai harapan masjid itu bisa berpijak kepada nilai-nilai arsitektur tradisional Indonesia.

Desain masjid itu dianggap berhasil merepresentasikan karakter arsitektur tradisional, cocok dengan lingkungan sekitar, dan menggunakan materi lokal. Selain itu, setelah selesai dibangun pada 1977, bangunan ini juga mendapat penghargaan Honourable Mention dari Aga Khan Award for Architecture pada 1986. Pencapaian arsitektur masjid itu dinilai memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar

Kita tentu tidak sedang membanding-bandingkan karya arsitektur masjid. Namun sebuah karya arsitektur masjid bukan berarti muncul dalam ruang kosong. Desainer merancang karya dengan memunculkan representasi makna. Sayangnya juga kita juga belum tahu apa makna dan pesan yang hendak disampaikan oleh desainernya dari rancangan desain masjid itu kepada publik.

Ya, desain yang kita bicarakan adalah soal desain arsitektur Masjid Nurul Jannah Cluster Azalea Grand Depok City. Meski kita belum tahu pesan apa yang akan disampaikan dari desain masjid Nurul Jannah itu, namun bolehlah kita mengintipnya.

Dari penampakan progress pembangunan masjid Nurul Jannah dan rencana gambar yang sempat muncul memang sama.

Ada satu kubah besar di tengah, lalu ada dua kubah kecil di sisi depan. Desain itu merupakan perpaduan yang seimbang antara lengkungan dan kotak. Simetris dan sisi-sisinya berukuran sama membentuk bujur sangkar. Terdiri satu lantai penuh dan lantai dua yang tidak penuh, hanya di sisi kanan dan kiri.

Kubah Coak

Satu keunikan dari desain masjid Nurul Jannah adalah seluruh kubah mengalami coak (atau gripis, krowak, dalam bahasa Jawa).

Bentuk ini rupanya menarik perhatian salah satu jamaah. Sehingga Ustadz Nur Salim mengusulkan bentuk ini di masukkan ke dalam logo masjid yang baru.

Selain itu adanya menara kembar juga menarik perhatian jamaah lain Wahyu Hidayat. Kontan saja dia mendesain logo barunya dengan memasukkan representasi menara ini dalam rancangan desain logo buatannya. Akhirnya dua hal ini dikomodir dalam logo baru masjid Nurul Jannah.

Sekali lagi kita belum tahu pesan dan makna desain dari masjid Nurul Jannah ini. Namun semoga desain arsitekturalnya bisa memberikan kesan harmoni dan representasi nilai-nilai sosial budaya di sekitarnya. Dan yang lebih penting semoga Masjid Nurul Jannah memberikan kekhusuyukan kepada jamaahnya dalam menjalankan ibadah…

SebelumnyaMasjid dan Peradaban IslamSesudahnyaPanitia Menerima Zakat Fitrah Tanggal 10 – 19 April 2023
1 Komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[…] Tulisan ini juga di muat di website Masjid Nurul Jannah… […]

Balas
Luas Tanah412 m2
Luas Bangunan380 m2
Status LokasiFasilitas umum yang dikuasai Pemkot Depok (girik)
Tahun Berdiri2007