• Informasi yang ada di website ini juga ditampilkan di monitor televisi yang terpasang di dalam masjid
Minggu, 19 Mei 2024

Sebuah Masjid di Pinggir Alun-Alun

Sebuah Masjid di Pinggir Alun-Alun
Bagikan

Tahun 2007, tanah sisa perumahan di pojok tenggara kompleks Azalea itu adalah semak belukar. Hampir dua pertiga sisinya dikelilingi sungai Cikumpa.

Karena posisinya di bagian belakang, maka praktis sebenarnya tempat ini menjadi semakin terasa sepi. Karena lalu lalang warga Azalea pasti mengarah ke jalan besar yang ada di sisi barat. Hanya kerena dijadikan sebagai tempat dibangunnya masjid saja, tempat itu menjadi sedikit ramai.

Masjid yang dibangun di tempat itu bernama Masjid Nurul Jannah. Tahun 2007 Yayasan Bulan Sabit Merah menggelontorkan dananya untuk membantu membangun masjid yang pada saat berdiri diperuntukkan untuk kegiatan ibadah warga Azalea saja.

Perjalanan waktu berikutnya meski suasana lingkungannya bertambah ramai, tetapi tidak terlalu signifikan bagi tempat tersebut. Bahkan di sebelah selatannya yang dipisahkan oleh Sungai Cikumpa itu ada tanah kosong tak terurus yang lebih luas lagi.

Dulu ada warga kampung sebelah yang mencoba bertanam bayam dan sawi di situ. Lantas warga Azalea bisa membeli sayur itu dengan cara memetik langsung.

Beberapa saat kemudian ada sekelompok pembalap motor cross memakai untuk latihan. Putar-putar di tanah yang bergelombang itu dengan knalpot yang memekakkan telinga.

Tahun 2016 –kurang lebih 9 tahun kemudian— barulah menyeruak wacana, pemerintah Kota Depok akan membangun taman kota –beberapa orang menyebutnya sebagai alun-alun—di tanah kosong sebelah selatan masjid Nurul Jannah tersebut.

Dan pada akhir tahun 2017 pemerintah kota Depok benar-benar mulai membangun taman kota tersebut. Akhirnya pada bulan Desember 2019 pembangunan alun-alun tersebut selesai. Jadilah Masjid Nurul Jannah itu sebuah masjid di pinggir alun-alun.

Karena statusnya sebagai fasilitas umum/ sosial, maka posisi masjid ini menjadi menarik. Pemerintah Kota Depok berkeinginan untuk mengintegrasikan fungsi masjid ini dengan alun-alun di sebelahnya. Meski di dalam alun-alun sebenarnya sudah dibangun musholla, namun ukurannya sangat kecil.

Oleh karena itu pemerintah kota Depok meminta ijin ke warga dan pengurus masjid untuk membangun jembatan penghubung dari alun-alun ke kompleks Masjid Nurul Jannah tersebut. Pengurus sebenarnya juga berniat memberi akses ke alun-alun, karena tidak tega pengunjung alun-alun tidak segera bisa menunaikan ibadah sholat karena tidak ada tempat menjalankan ibadah sholat. Dengan demikian, pengunjung alun-alun bisa segera ikut sholat berjamaah di Masjid Nurul Jannah.

Karena kebutuhan menampung jamaah yang lebih banyak, pengurus DKM Nurul Jannah berniat merenovasi dan memperluas masjid Nurul Jannah itu pada tahun 2019. Meski niatan ini bulat, namun kendala biaya muncul. Perluasan masjid tak segera bisa dilakukan. Panitia harus mencari donasi.

Gayung bersambut, karena tiba-tiba Pemerintah Kota Depok mengulurkan bantuan untuk membangunkan ulang masjid Nurul Jannah tersebut. Agustus 2022 pembangunan masjid Nurul Jannah dimulai dengan anggaran 5,6 miliar rupiah.

Kini masjid Nurul Jannah terlihat sangat megah. Tentu sangat kontras dengan bangunan masjid yang dibangun oleh Yayasan Bulan Sabit Merah tahun 2007 tersebut. Ini berkah luar biasa bagi warga muslim Azalea. Masjidnya telah diperluas. Di sisi lain berkah bagi pengunjung alun-alun, karena akan bisa menjalankan ibadah sholat di Masjid Nurul Jannah. Inilah berkah pada sebuah masjid. Masjid yang ada di pinggir alun-alun.

SebelumnyaMasjid Sementara yang (mungkin) Akan Menjadi Kenangan...SesudahnyaUstad Nurdin Kembali Menjadi Ketua DKM Nurul Jannah
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luas Tanah412 m2
Luas Bangunan380 m2
Status LokasiFasilitas umum yang dikuasai Pemkot Depok (girik)
Tahun Berdiri2007